Mengapa layanan pencetakan 3D SLS begitu mahal?

Waktu posting: 29 Juli 2024

SLS, atau Selective Laser Sintering, adalah teknologi pencetakan 3D umum yang berbasis pada lapisan serbuk. Teknologi ini terutama memanfaatkan prinsip dasar sintering suhu tinggi dari material serbuk di bawah iradiasi laser inframerah, dan komputer mengontrol perangkat pemosisian sumber cahaya untuk mencapai pemosisian yang presisi. Dengan mengulangi proses penataan serbuk dan peleburan di tempat yang dibutuhkan, bagian-bagian tersebut dibangun di atas lapisan serbuk.

Material SLS digunakan dalam berbagai aplikasi. Secara teoritis, setiap material bubuk yang dapat membentuk ikatan antar atom ketika dipanaskan dapat digunakan sebagai material SLS, dan material yang paling umum digunakan adalah material nilon yang familiar dan murah, yang juga kita sebut PA12 (Poliamida 12).

Mereka yang mengetahui tentang pencetakan 3D SLA akan tahu bahwa teknologi ini membutuhkan struktur pendukung selama pencetakan, sehingga setelah proses pencetakan selesai, ada prosedur pasca-pemrosesan seperti menghilangkan penyangga, pengamplasan, dan sebagainya. Di sisi lain, dalam pencetakan 3D SLS, bubuk yang digunakan untuk pencetakan adalah material sekaligus penyangga. Jadi SLS memiliki tingkat pemanfaatan material yang tinggi karena bubuk yang tersisa setelah pencetakan dapat didaur ulang dan digunakan kembali.

Meskipun SLS tidak memiliki harga material yang tinggi dan memiliki tingkat pemanfaatan material yang tinggi, mengapa layanan pencetakan ini masih tergolong mahal? Ada beberapa faktor utama:

1. Biaya mesin SLS yang tinggi. Tidak seperti teknologi FDM dan SLA yang memiliki mesin tingkat desktop, saat ini peralatan pencetakan 3D SLS hanya berkelas industri dan tidak cocok untuk penggemar pencetakan 3D umum atau kelompok kecil lainnya.

2. Meskipun tingkat penggunaan kembali material pada pencetakan 3D SLS sangat tinggi, tingkat konsumsi materialnya juga sangat tinggi, yang menyebabkan biaya material menjadi mahal.

3. Komponen SLS memiliki permukaan yang kasar dan porositas internal, sehingga memerlukan serangkaian prosedur pasca-pemrosesan yang kompleks, yang meningkatkan biaya tenaga kerja serta biaya peralatan dan material pasca-pemrosesan dalam prosesnya.

4. Kualitas komponen SLS sangat dipengaruhi oleh bubuk yang digunakan, dan peningkatan kualitasnya tidak mudah.

5. Persyaratan desain untuk file 3D di SLS cukup menuntut, dan umumnya beberapa bagian panjang atau bagian dengan lubang kecil tidak dapat dicetak secara akurat oleh SLS karena rentan terhadap pembengkokan dan sintering berlebih.

Demikian pula, pencetakan 3D SLS memiliki keunggulan yang sangat jelas. Seperti yang disebutkan sebelumnya, harga material SLS rendah, terlebih lagi, ia memiliki tingkat pemanfaatan material yang luar biasa; selain itu, material nilon yang digunakan dalam SLS juga memiliki kekuatan dan ketangguhan yang tinggi, serta ketahanan korosi yang lebih baik, dan bagian yang disinter dapat digunakan dalam waktu lama. Jadi SLS juga merupakan salah satu solusi yang lebih hemat biaya untuk produksi batch kecil.

bank foto


  • Sebelumnya:
  • Berikutnya: